Mengapa Memberitakan Injil ???


Tue, 31 March 2015



Jika kita mendengar kata Misi, maka yang langsung muncul di benak kita adalah Amanat Agung Tuhan Yesus - (Matius 28:18-20) Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Memang ini adalah sebuah perintah, terlebih lagi ini adalah sebuah amanat yang agung. Tetapi bagi sebagian orang percaya - dahulu demikian pula bagi saya -, ayat ini menjadi sebuah ayat hafalan yang terdengar klise dan belumlah cukup untuk menjawab pertanyaan - saya - "Mengapa saya harus memberitakan Injil?"


Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang sulit bagi saya untuk mencari jawaban yang memuaskan hati. Tetapi secara luar biasa Tuhan menjawab saya dengan sebuah perikop yang tidak saya sangka-sangka. Surat 1 Petrus 2:1-10, Yesus Kristus batu penjuru, menjadi jawaban Tuhan secara pribadi kepada saya.


Disanalah saya memahami bahwa jika sang batu penjuru, yang telah dibuang, yang menjadi batu sentuhan, yang menjadi batu sandungan bagi mereka yang tidak percaya, adalah Juruselamat bagi siapa yang percaya kepada-Nya. Maka saya yang adalah batu hidup yang disusun menurut arahanan sang batu penjuru, telah menjadi sebuah rumah rohani, menjadi bangsa yang terpilih, menjadi imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah. Oleh karena sang batu penjuru, saya pun menjadi bagian dari berita keselamatan-Nya.


Kita terpanggil untuk tidak sama dengan dunia ini. Kita adalah orang-orang yang terpilih, dipisahkan dan dikhususkan - oleh dan untuk - Tuhan. Kita telah menjadi bagian dari terang-Nya, dan terang-Nya harus bersinar hingga ke seluruh pelosok, menerobos masuk ke setiap relung hati manusia. Kita bersyukur menjadi batu hidup-Nya, kita bangga membawa berita Injil-Nya.


Jika dahulu kita pernah bertanya "Mengapa saya harus memberitakan Injil?" ijinkan saya sekarang bertanya "Siapa yang perlu mendengar Injil?"


Rony Tjengkiawan

(Komisi Misi & Pekabaran Injil GKI Bungur)

{2015-03-31 - kmpi/artikel/misi/001}


*UNTUK KALANGAN SENDIRI