Dimana, Dimana, Dimana?


Wed, 01 April 2015


Dimana, Dimana, Dimana?

“Dimana Allah, yang membuat aku, dan yang memberi nyanyian pujian di waktu malam?” Ayub 35:10b

Ujian, ulangan, tugas, galau, ulangan, tugas. Mungkin ini bisa dibilang sebagai siklus persoalan yang acap kita hadapi sebagai remaja. Permasalahan dalam kehidupan ini bahkan sering membuat kita gelisah, merasa tidak tentram,galau.Saat-saat seperti ini membuat kita merasa bahwa bahwa Allah tidak sedang ada bersama kita atau tidak memperhatikan kita. Inilah yang membuat para remaja merasakan hidup sendiri tanpa pertolonganNya, dan seringkali bertanya,“Mana Allah? Dimanakah Dia? Apakah Ia sudah melupakan saya? Mengapa dibiarkanNya semua ini terjadi?”

Dimanakah Allah saat kita menghadapi masalah ?

Allah Berada Di Dekat Kita

Ketika murid-murid Yesus berada dalam perahu menghadapi angin ribut. Tuhan Yesus ada bersama mereka. Dia Allah yang selalu menyertai kita. Allah selalu ada di sisi kita dan berada di tengah-tengah kita saat kita dalam pergumulan. Dengan lembut Ia akan berbisik padamu. Katanya, “Jangan takut.”Permasalahannya, banyak diantara kita yang setelah mengetahui hal ini malah bertanya, “Mengapa Tuhan ijinkan saya menghadapi cobaan ini?”

Sesungguhnya, Allah ingin kita menyadari bahwa Dia tetap Allah yang tidak pernah membiarkan anaknya. Dia hendak mendidik kita supaya belajar di tengah-tengah pergumulan yang besar, Dia hendak mendidik kita menjadi anak yang kuat dan bertumbuh dalam beriman, Dia tidak membiarkan kita menjadi anak yang manja dan penakut.

  “Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridnya membangunkan Dia dan berkata kepadaNya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”.Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!”. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” Markus 4 : 37-39.

Jangan takut, jangan gelisah, Allah selalu berada di dekat kita. Berserulah kepadaNya dalam setiap kesesakan yang menghimpit dalam kehidupan ini. Datanglah mencari Dia, panggil namaNya, dan mengadulah tentang semua masalah, persoalan yang sedang dihadapi kepadaNya, Dia pasti menolong dan sanggup meluputkan kita.

Dalam menghadapi masalah seperti ini, kita hendaknya tetap tegar, sebab Allah Maha mengetahui dan memahami keberadaan kita. Jangan mudah putus asa dan patah semangat, tetapi terus berharap kepadaNya. Allah peduli dan selalu siap menolong kita dalam segala perkara.

Dalam Injil Markus bahkan dikatakan bahwa badai topan tunduk dihadapanNya. Ini menunjukan betapa maha kuasanya Allah kita. Ia dapat mengatur segala sesuatu dari awalnya. Demikian pula setiap badai persoalan yang datang itu akan diselesaikannya, diberikannya jalan keluar bagi kita. Seberat apapun persoalan kita, janganlah menjadi lemah, janganlah takut. Karena segala pencobaan yang kita hadapi, tak akan melebihi kekuatan kita.

“Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan” Zefanya 3:17a

.

Jadi, jangan pernah menyerah atau memiliki ketakutan untuk menghadapi segala persoalan dalam kehidupan ini. Ingatlah akan Dia yang memberi kekuatan. Ingatlah akan Dia yang setiap pagi memperbaharui nafas kehidupan. Ingatlah akan Dia yang telah rela mati untuk kita; dan bertanyalah, “Apakah persoalan yang kuhadapi, lebih berat dari persoalan yang Yesus hadapi?”. Namun, apakah Yesus pernah berhenti di tengah jalan? Tidak! Bahkan dengan tersungkur Ia berdoa dan menangis saat sebelum penyalibanNya. Tapi Ia tak pernah berhenti karena Ia tahu segala rancangan Bapa atas diriNya dan manusia adalah sempurna. Begitu juga rancangannya dalam kehidupan kita semua.

Apabila kita sudah mengetahui hal diatas, sekarang refleksikan pikiran anda dan ingatlah momen-momen bahagia dalam kehidupan anda. Misalnya saat pertama kali meniup lilin ulang tahun, atau saat pertama kali pergi ke tempat hiburan istimewa yang memang dari dulu anda nantikan, atau saat anda mendapat nilai sempurna dalam setiap ulangan dan ujian yang anda hadapi. Hmmm, rasanya bagaikan melihat suatu rangkaian momen kehidupan yang sempurna. Namun sadarkah anda satu hal? Pernahkah anda mengucap syukur atas segala sesuatu yang diberikan Allah bagi dirimu? Sekarang timbul satu lagi pertanyaan besar:

“Dimana Anda Saat Allah Ada untuk Anda?”

Apakah yang menjadi permasalahan, kita sebagai orang Kristen lupa untuk mengucap syukur. Apakah ini hal yang sulit? Oh tentu tidak! Jadi apa yang sebenarnya menjadi masalah atas kejadian ini?

Sebuah riset membuktikan bahwa salah satu alasan orang Kristen lupa mengucap syukur adalah karena sebenarnya kita tidak mengerti makna ucapan syukur atas kehidupan kita.

1.  Ucapan syukur adalah respon manusia terhadap keselamatan yang merupakan Anugerah dalam Yesus Kristus

“Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”-1 Korintus 15:57

Pengorbanan Kristus adalah pengorbanan yang tak tertandingi. Tidak bisa terkalahkan oleh berbagai pemahaman dan pengorbanan lain sepanjang sejarah umat manusia. PengorbananNya adalah agung dan memberikan kita Hak atas Kerajaan Allah yang tidak tergantikan.

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.-Ibrani 12:28

 2. Ucapan syukur merupakan respon manusia terhadap segala anugerah

 Tuhan (Yes 25:1; 2Kor 9:15; Ef 5:20).

Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.-Yesaya 25:1

Siapakah manusia dalam dunia ini? Banyak diantara kita yang merasa layak dan berhak untuk memiliki segalanya dalam dunia. Padahal kalau kita usut lebih lanjut, kita tidak sedikitpun berhak atas dunia. Namun hanya oleh karena kehendak Allah, kita diciptakan dan diberikan hidup dalam dunia ini. Jadi, apakah manusia sungguhnya berhak menyombongkan diri atas apa yang dia miliki? Tidak! Sebab dari awalnya, Allah yang berkehendak dan Allah yang membuat. Semata-mata itu adalah AnugerahNya atas kehidupan kita. Mengucap syukurlah dalam segala hal. Karena ketika Allah ada untuk anda, berjaga-jagalah bagi Dia dalam hari lepas hari.

Sumber: pelitahidup.com; dengan sedikit pengubahan