UJIAN KEDUA : KETAATAN


Sun, 23 October 2016



Bacaan Alkitab : Kejadian 39:19-23; Mazmur 105:16-19


Mereka melukai kakinya dengan belenggu, lehernya dimasukkan ke dalam rantai besi,...
sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.
Mazmur 105:18-19


Yusuf tidak melakukan kesalahan. Namun ia mendapati dirinya di penjara. Kita belajar lagi tentang penderitaannya dalam deskripsi yang diberikan dalam Mazmur 105.


Menjadi tahanan karena melakukan kejahatan merupakan hal yang wajar; namun terbelenggu walaupun tidak bersalah adalah hal yang sungguh berbeda. Yusuf tak sekedar tidak bersalah; perilakunya terpuji. Semua ini menunjuk penderitaan yang Yesus tanggung demi kita, untuk menyelamatkan kita dari dosa. Setelah melayani dengan berbuat baik di mana-mana, Yesus mengalami kematian yang sangat sengsara di kayu salib.


Ketaatan bisa menjadi hal yang tersulit, ujian yang mengerikan, terutama jika seseorang tidak bersalah. Ini mungkin menjadi ujian utama bagi kerendahan hati. Jika salah satu dari kita berpikir bahwa kita rendah hati, dapatkan kita lulus ujian harus tunduk kepada ketidakadilan meskipun kita mungkin tidak bersalah? Ini akan menjadi ujian yang sangat sulit.


Hebatnya, Yusuf bertahan melalui ujian yang sulit ini. Allah tak hanya menyertainya bahkan membarkatinya. Sipir penjara mempercayai dan mempromosikannya. Bertahun-tahun kemudian, seorang pemimpin berpengalaman di gereja mula-mula menyimpulkan situasi seperti ini sebagai berikut: "Rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan engkau" (Yakobus 4:10)


Doa

Tuhan Yesus, Engkau mengalami ketidakadilan dan tak terperi dan penganiayaan demi kami. Engkau taat pada kehendak Bapa. Ajar kami untuk memiliki ketaatanMu, terutama ketika kami menghadapi penganiayaan karena berbuat baik. Dalam namaMu, kami berdoa. Amin



Diambil dari Warta Jemaat GKI Pos Jemaat Alam Sutera, Minggu 23-10-2016