MISI TERCAPAI


Sun, 30 October 2016



Bacaan Alkitab : Kejadian 45:1-18


Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Kejadian 45:5


Dalam banyak percakapan yang kita dengar di Kitab Kejadian, kita melihat pertikaian antara seorang dengan yang lain: Kain dan Habel, Yakub dan Esau, dan sekarang Yusuf dan saudara-saudaranya. Karena mencari makanan di Mesir, anak-anak Yakub menemukan saudara mereka. Dan saudara yang mereka ingin bunuh memberikan suatu hidup yang baru. Tetapi sesuatu yang lebih sekarang dibutuhkan. Makanan akan mengenyangkan perut mereka, tetapi sesuatu yang lebih dibutuhkan untuk memperbaiki hati mereka.


Jika anda bersungut-sungut, kata-kata anda pasti akan melukai orang lain. Tapi jika anda memiliki pengampunan dalam hati, kata-katamu akan menghasilkan rekonsiliasi. Yusuf bukan hanya mengucapkan kata-kata pengampunan dan rekonsiliasi, dia juga mengucapkan kata-kata yang mempunyai tujuan. Yusuf melihat rasa sakit dan penderitaannya dalam konteks karya penebusan Allah.


Apakah ada sebuah tujuan dalam rasa sakit dan penderitaan? Kita tidak selalu dapat melihatnya. Kita mungkin tidak melihat manfaat apa-apa, tapi Yusuf mengajak kita melihat dengan mata iman. Rencana Allah tidak selalu jelas, tapi Yusuf tahu Allah akan menolongnya. Titik balik dari hidupnya memberikan Yusuf sebuah perspektif untuk mengetahui apa yang Allah lakukan cukup untuk memuaskan hati.


Doa

O Tuhan, di tengah-tengah penderitaan, kami mungkin tidak dapat melihat jawaban, tapi tolonglah kami melihat bahwa Engkau beserta kami. Kiranya karya Yesus membawa kami lebih mempercayaiMu. Dalam nam Yesus, Amin.



Diambil dari Warta Jemaat GKI Pos Jemaat Alam Sutera, Minggu 30-10-2016