SEJARAH GKI BUNGUR

Video Sejarah GKI bungur 1952-2017

LINTASAN SEJARAH GKI BUNGUR

65 TAHUN (1952 – 2018)

Awal mula Jemaat GKI Bungur tidak bisa lepas dari sejarah misi terdahulu di Indonesia yang dikerjakan oleh pekabar Injil dari Zending Belanda, orang Tionghoa Perantauan dan orang Tionghoa peranakan.  Tuhan memakai banyak anak-anak-Nya dan para hamba-Nya untuk memulai pekerjaan Tuhan di Jawa Barat khususnya Jakarta.

Tahun 1850, mulai dari seorang hakim dari Pengadilan Tingkat Tinggi Semarang, Mr. F.L. Anting yang mendirikan sebuah persekutuan Pengabar Injil untuk orang Tiong Hoa perantuan (Hoa Kiau), yang selanjutnya pada tahun 1856, mengundang Penginjil Gan Kwee (Yan Gui) dari Hokkian Amoy  (Fujian Xiamen) Tiongkok untuk melayani masyarakat Tionghoa di Jakarta. Pelayanan ini juga didukung oleh keluarga Bp. Gouw Kho (Wu Guo), dan akhirnya membuahkan hadirnya jemaat Tuhan, di Patekoan (Perniagaan) Jakarta dengan nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee.

Tahun 1939, para tokoh pekabar Injil dari negeri Tiongkok yang lain juga datang ke Indonesia dan mengadakan penginjilan atau Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di mana-mana adalah Dr. John Sung dan Pdt. Dzao Sze Kuang. Melalui Kebaktian Kebangunan Rohani tersebut jemaat-jemaat Tionghoa di Indonesia sungguh-sungguh mengalami kebangunan rohani, termasuk jemaat-jemaat di Jakarta.  Dalam perkembangannya jemaat Patekoan mengalami perkembangan yang luar biasa mulai tahun 1940.

Pada tanggal 06 April 1952 diadakan Kebaktian Perpisahan dengan jemaat Patekoan (Perniagaan), sejak saat itu jemaat yang berbahasa dialek Hok Kian secara resmi berdiri sendiri menjadi sebuah jemaat dengan nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Jemaat Pinangsia, yang kini disebut GKI Gloria. Jemaat ini kemudian digembalakan oleh Pdt. Go Bo Tjai selama lebih dari 30 tahun.

Pada tahun yang sama, beberapa anggota jemaat Pinangsia, yaitu  Thio Eng Hoadan Tjioe Ie Fungpada tanggal 11 Mei 1952melayani penginjilan kepada orang-orang Tionghoa di daerah Pasar Lama (sekarang disebut Pasar Senen). Selanjutnya tanggal tersebut dijadikan sebagai hari berdirinya GKI Bungur.  Setelah beberapa bulan pelayanan PI tersebut, akhirnya diputuskan untuk membuka Pos PI Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Jemaat Pinangsia dengan meminjam tempat di GKI Gunung Sahari IV.  Pengurus Pos PI tersebut ditangani oleh Tjuang Oen Tek, Liem Thung Siu, Tjoa Tiauw Beng(Pnt. Enoch Tjakra, masih ada dan kini berusia 106 tahun) dan Ong Sen Yen.  Pada akhir tahun 1954, dalam rapat pengurus diputuskan untuk meningkatkan Pos PI ini menjadi jemaat Dewasa, dan tanggal 1 Januari 1955 terbentuklah susunan Majelis Jemaat Bungur yang pertama.

Mengingat kehadiran pengunjung kebaktian yang semakin meningkat, majelis jemaat melihat saatnya untuk mencari tempat ibadah yang permanen, kemudian diputuskan untuk membentuk sebuah yayasan yang bertugas menggalang dana  pembelian rumah ibadah.  Dalam anugerah Tuhan akhirnya pada bulan Agustus 1956, berhasil membeli sebidang tanah seluas 2.280 m2 yang terletak di jalan Bungur 84 Jakarta. Pada bulan Maret 1957 diadakan kebaktian peresmian yang juga dihadiri oleh Departemen Agama, Pembimbing Masyarakat Kristen.  Sejak saat itu kebaktian yang semula memakai tempat di GKI Gunung Sahari IV dipindahkan ke tempat ibadah yang baru.  Tahun 1958secara resmi Jemaat Kie Tok Kauw Hwee Bungur menjadi anggota Sinode GKI Jabar.

Pendeta Pertama Jemaat Bungur adalah Pdt. Than Kuo Thung, yang melayani sejak Juli 1957 s/d bulan Juni 1959, dengan dibantu seorang  Misionari Sia Tien Fei.  Pendeta kedua Jemaat Bungur, adalah Pdt. Cuang Cek Ce yang melayani sejak bulan Juni 1960 s/d bulan Desember 1962.

Pada saat Jemaat Bungur mengalami kekosongan pengerja, pada tahun 1963 Tuhan melalui Rektor Madrasah  Alkitab Asia Tenggara Malang (sekarang STT SAAT Malang) mengutus Ev. Peter Chandra (Tjung She Hao) untuk melayani di jemaat Bungur.  Ev. Peter Chandra adalah seorang pemuda yang sangat bersemangat membangkitkan kaum muda, melalui pelayanannya banyak pemuda/i yang mempersembahkan diri menjadi hamba Tuhan. Tahun 1967 Ev. Peter Chandra melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Pelayanan di Jemaat Bungur kian hari kian bertambah, dan melihat kebutuhan perlunya pelayanan kepada orang-orang yang tidak bisa berbahasa Tionghoa, maka pada tanggal 19 Pebruari 1967 Majelis Jemaat memutuskan untuk membuka satu kebaktian yang khusus memakai bahasa Indonesia, yang diadakan setiap hari Minggu pkl. 06.30 WIB.   Sebelum waktu tersebut, kebaktian dilaksanakan dengan memakai bahasa Hokkian dan Mandarin.

Pada bulan Juli 1967 juga dibentuk Persekutuan Komisi Wanita, dan pada tanggal 12 Oktober 1967 dibentuk Persekutuan Pemuda Remaja.  Demikian juga pelayanan terhadap anak-anak Sekolah Minggu, yang semakin bertambah sehingga diperlukan ruang-ruang kelas baru, Tahun 1970 Majelis Jemaat memutuskan untuk membangun kelas-kelas untuk pelayanan Sekolah Minggu. Setahun kemudian tepatnya pada HUT Gereja ke-18 kelas-kelas tersebut diresmikan pemakaiannya.

GKI Bungur sejak tahun 1954juga menjalankan penginjilan dan merintis Pos Pekabaran Injil di daerah Jatinegara.  Dengan menggunakan rumah di Jl. Jembatan Item No. 7 milik seorang anggota dari jemaat Bungur yakni Sdr. Lin Fung Yensebagai tempat persekutuan dan ibadah.   Pada masa perintisan Pos Pekabaran Injil hingga didewasakan (1954-1979, 25 tahun), Tuhan memakai banyak tangan yang ikut mengukir sejarah bakal jemaat ini antara lain: Pdt. Tjeng Oen Tek (Alm), Miss Shia dari OMF (1958-1977), Ev. Lie Ie Cie, Ev. Yang Fung Bing, Ev. Tjoe Fung Ngo dan Ev. Yahya Kurniawan (Tjiang Re Tjing). Pada tanggal 29 Agustus 1979jemaat ini resmi menjadi  jemaat dewasa melalui suatu kebaktian pendewasaan yang dipimpin oleh Pdt. Caleb Tong dan sekaligus peresmian gedung gereja di jalan Jatinegara Barat III/2A.

Dalam lintasan sejarah, GKI Bungur banyak mengalami  kesulitan dan hambatan, ini berdampak pula dengan masa pelayanan para hamba Tuhan yang umumnya relatif singkat.  Pada masa pelayanan Ev. Eunice Ho Ay Ling (Tahun 1977 – 1983) terjadi kebangunan rohani di kalangan pemuda pemudi dan remaja.  Setiap hari Minggu sore kira-kira 40 orang pergi keluar mengadakan Injil “door to door”dan juga kelas-kelas Pemahaman Alkitab (PA) setiap hari Rabu dihadiri 80 – 100 orang.

Pada tahun 1990 Pdt.Caleb Tong (dulu pendeta GKI Hok Im Tong, sekarang GII Hok Im Tong, Bandung) menjadi pendeta Konsulen dengan beberapa terobosan baru dari rutinitas gereja antara lain:  Meningkatkan Persekutuan Doa menjadi Persekutuan Firman dan Doa; Mengadakan  Pekan Misi Pekabaran Injil (KMPI); mengadakan Perwilayahan, dsb.

Sesuai dengan hasil keputusan Rapat Majelis Jemaat bersama Yayasan Gereja Kristen Bungur Besar diputuskan untuk membangun gedung ibadah yang baru, maka pada tanggal 22 Juli 1990, diadakan Kebaktian Syukur dan Peletakan Batu Pertama yang dipimpin oleh Pdt. Stephen Tong. Selama pembangunan ini, segala aktifitas gereja: kebaktian, persekutuan dan lain sebagainya dipindahkan ke ruang-ruang kelas sekolah St. John, milik GKI Bungur.

Di tengah tengah pembangunan berlangsung Tuhan mengerti dan memenuhi kebutuhan jemaat-Nya. Pada awal  tahun 1991 Tuhan mengutus hamba-Nya, atas diri Pdt. Andreas Hadi Simeon M.Th. dan istri,Ev. Lilianuntuk  melayani di GKI Bungur.  Kehadirannya memberi suasana baru bagi GKI Bungur yang sejak lama tidak memiliki seorang Gembala Jemaat.  Pada tahun 1991 diselenggarakan juga  Kebaktian Penahbisan Pendeta atas diri Pnt.K. Grace Elimselaku Sekretaris Umum penuh waktu GKI Klasis Priangan, berbasis pelayanan di GKI Bungur.  Kebutuhan jemaat yang semakin meningkat, maka pada tanggal 29 Juni 1992 Pnt.K. Harianto Suryadiditahbiskan sebagai pendeta.

Pada tanggal 06 Maret 1994Majelis jemaat GKI Bungur membuka Pos Kebaktian Pelayanan dan Kesaksian (Pos KPK) di Perumahan Harapan Indah BekasiPdt. Harianto Suryadi dan Dkn. Budi Setiawanserta beberapa orang aktifis yang menjadi kepanjangan tangan Tuhan merintis pelayanan di Perumahan tersebut. Pelayanan di Harapan Indah berkembang dengan pesat, pada  03 Maret 1998 statusnya ditingkatkan menjadi Bakal Jemaat GKI Bungur dan selanjutnya pada 18 Oktober 1999Bakal Jemaat tersebut dilembagakanmenjadi sebuah jemaat dewasa, yang kini dikenal sebagai  GKI Harapan Indah Bekasi. Bersama dengan itu Pdt. Harianto Suryadi diteguhkan sebagai pendeta GKI dengan basis pelayanan di GKI Harapan Indah Bekasi.

Selain melahirkan dua jemaat (GKI Jatinegara dan GKI Harapan Indah) GKI Bungur juga pernah mengasuh pelayanan Gereja Terang Hidup Ketapang Jakarta yang masuk di dalam GKI Klasis Priangan.  Pada tanggal 19 April 1999 dilakukan Penahbisan Pdt. Melisa Sugihermantountuk melayani di GKI Bungur. Selanjutnya karena kebutuhan pelayanan yang didukung oleh GKI Bungur terhadap Bakal Jemaat Terang Hidup di Ketapang Jakarta, maka Pdt. Melisa Sugihermanto melayani penuh waktu di Bakal Jemaat tersebut.  Bakal Jemaat Terang Hidup pada akhirnya diasuh oleh GKI Anugerah Bandung sampai dilembagakan menjadi GKI Terang Hidup.

Setelah melayani sebagai gembala jemaat sekitar 17 tahun di GKI Bungur, maka pada tanggal 17 November 2008 diselenggarakan Kebaktian Emeritasi Pendeta bagi Pdt. Andereas Hadi Simeon. Kebaktian tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Kebaktian Penahbisan Pendeta atas diri Pnt. Reefo C. Panambunan, menjadi Kebaktian Dwi Syukur.  Setahun kemudian tepatnya pada 12 Oktober 2009, Majelis Jemaat GKI Bungur sebagai jemaat tumpuan dari Pdt. Grace Elim yang menjadi Sekretaris Umum GKI Klasis Priangan secara penuh waktu, sekali lagi melaksanakan Kebaktian Dwi Syukur,yaitu dalam 40 tahun pelayanan dan Emeritasi Pdt. Grace Elim.

Semenjak emeritasi Pdt. Andereas Hadi Simeon pada tahun 2008, Majelis Jemaat melihat kebutuhan untuk pengembangan pelayanan di GKI Bungur.  Maka pada tahun 2013, Tuhan mengutus hamba-Nya, Pdt. Suriawan Edhiuntuk melayani dalam GKI Bungur. Majelis Jemaat berkomitmen untuk pelayanan di dalam jemaat dan pelayanan di lingkup lebih luas lagi, dengan mendukung pelayanan Pdt. Suriawan Edhi sebagai pendeta jemaat dan sebagai Sekretaris Umum di GKI Klasis Priangan.  Selanjutnya Majelis Jemaat bersama Pdt. Suriawan Edhi, merumuskan kembali jati diri dan visi misi gereja untuk bersama menjawab kebutuhan jemaat dan mengembangkan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada GKI Bungur.   Dalam anugerah Tuhan, jemaat Bungur tetap berjuang melaksanakan pembinaan rohani, pemahaman teologi, pekabaran Injil, kepedulian sosial, dan pelayanan pendidikan sekolah.

Pada tahun 2013 juga, Majelis Jemaat melihat kebutuhan pelayanan dan penginjilan ke daerah pengembangan Alam Sutera Serpong.  Maka bersama dengan GKI Kota Modern Tangerang,  bekerjasama membuka Pos Pelayanan di kompleks perumahan Alam Sutera, pada tanggal 5 Mei 2013.  Komisi Misi Pekabaran Injil (KMPI) yang waktu itu dikoordinasi oleh Pnt. Listy Sutianibersama para majelis, pengurus, jemaat dan Pdt. Suriawan Edhi, dan Ev. Yunus Hartono Mah bersehati mendukung pelayanan di Pos PI yang baru.  Pada tanggal 27 November 2016 Pos PI (Pos Jemaat) ini diresmikan oleh Sinode GKI menjadi GKI Bungur Pos Jemaat Alam Sutera.

Selama 66 tahun perjalanan pelayanan GKI Bungur maka Tuhan telah memimpin dan memakai para hamba Tuhan untuk melayani sbb:

1957-1959       Pdt. Than Kuo Thung
1957-1959       Ev. Ester Tan
1957-1960       Ev. Sia Tien Fei
1957-1958       Ev. Timothy Lokananta
1960-1962       Pdt. Cuang Cek Ce
1961-1968       Ev. Lie Ik Ci (Pos PI Jatinegara)
1964-1966       Ev. Huang Phing Ing
1963-1967       Ev. Peter Chung / Tjung She Hao
1966-1968       Pdt. Huang Pao Lao
1968-1969       Ev. Liauw Ling En
1969-1970       Ev. Philip Tjendana / Tjang Yung Phing
1970-1971       Ev. Tjoe Fung Nge (Pos PI Jatinegara)
1970-1971       Ev. Kwok Siu Tjien
1970-1971       Ev. Lan Pik Khuen
1973-1975       Ev. Yang Fung Phing (Pos PI Jatinegara)
1974-1976       Pdt. Andrew Wusan/ Wu Hsie Yong
1975-1976       Ev. Siek Ie Heng
1976-1980       Pdt. Tjang Lok Su
1976-1980       Ev. Tjiang Re Tjing (Pos PI Jatinegara)
1977-1983       Ev. Eunice Ho
1978-1981       Ev. Esther Ong
1980-1984       Ev. Lucy Kumala
1981-1987       Pdt. Jesaya Kurniadi
1981-1987       Ev. Inge Wibowo
1985-1989       Pdt. Edy Paulus / Chang Chun Sien

1985-1989      Ev. Stephanie Paulus
1985-1999       Pdt. Harianto Suryadi / Kwok Nan Cien, (Pos PI Harapan Indah)
1988-1991       Ev. Meitha Sartika
1990-1991       Pdt. Caleb Tong (Pendeta Konsulen)
1990-1991       Ev. Stevensen Cintawan
1990-1995       Ev. Rudie Gunawan
1991-1992       Ev. Souw Suharwan

1991-2008       Pdt. Andereas Hadi Simeon / Shen Yong Khang

1991-2008       Ev. Lilian Simeon
1991-2009       Pdt. Grace Elim (ex officio, Sekum penuh waktu GKI Klasis Priangan)
1992-2002       Pdt. Melisa Sugihermanto / Ku Mei Lan, (Bajem Terang Hidup)
1997-2001       Ev. Go Swat Hun
2001-2002       Ev. Hengky Suciadi

2001-2002       Ev. Ruth S.
2001-2002       Ev. Suwardi R. Fok

2001-sekarang Pdt. Reefo C. Panambunan
2004-2007       Ev. Tjen Benny

2004-2005       Pdt. Siau Alung

2005-2006       Pdt. Musa Salomo / Luo Li Kwok

2005-2006       Ev. Winny Salomo

2013-sekarang Pdt. Suriawan Edhi / Wang Cung Lin

2013-2014       Ev. Suwandi (Pos PI Alam Sutera)

2015-sekarang  Pdt. Yunus Hartono Mah (Pos PI Alam Sutera)

2015-2018       Ev. Tjwa Ie Mei Sieny

2016-sekarang  Ev. Henry R.D. Sumual (sekolah St. John)

2016-2017       Ev. Rutche Natalia Laude

2017-sekarang  Ev. Abraham Titus T. (Pos PI Alam Sutera)

DAFTAR PENDETA JEMAAT DI GKI BUNGUR

(yang ditahbiskan atau diteguhkan untuk menggembalakan jemaat GKI Bungur Jakarta, tidak termasuk Pendeta Konsulen dan Pendeta Tugas Khusus/Ex Officio)

1957-1959      (Pendeta I)        譚國通牧師Pdt. Than Kuo Thung
1960-1962       (Pendeta II)      莊澤之牧師Pdt. Cuang Cek Ce
1974-1976       (Pendeta III)     伍學榮牧師Pdt. Andrew Wusan (Wu Sie Yong)
1976-1980       (Pendeta IV)     張洛書牧師Pdt. Tjang Lok Su
1985-1989       (Pendeta V)      張春賢牧師Pdt. Edy Paulus (Chang Chun Sien)
1981-1987       (Pendeta VI)     許有城牧師Pdt. Jesaya Kurniadi (Sie You Chen)
1991-2008       (Pendeta VII)    沈榮康牧師Pdt. Andereas Hadi Simeon (Shen Yong Khang)

1985-1999      (Pendeta VIII)    郭南建牧師Pdt. Harianto Suryadi (Kwok Nan Cien)

(selanjutnya ke Pos PI Harapan Indah)

1992-2002      (Pendeta IX)      古美蘭牧師Pdt. Melisa Sugihermanto (Ku Mei Lan)

(selanjutnya ke Bajem Terang Hidup)

2001-sekarang(Pendeta X)      潘磊峰牧師Pdt. Reefo Christy Panambunan
2013-sekarang (Pendeta XI)     王中林牧師Pdt. Suriawan Edhi (Wang Cung Lin)

DAFTAR PENDETA TUGAS KHUSUS DI GKI BUNGUR

(yang ditetapkan, ditahbiskan atau diteguhkan untuk tugas khusus, dan ex officio, bukan melaksanakan penggembalaan di jemaat GKI Bungur)

1990-1991      Pdt. Caleb Tong

(Pendeta Konsulen)

1991-2009       Pdt. Grace Elim

(ex officio, Sekum penuh waktu GKI Klasis Priangan)

2015-sekarang  Pdt. Yunus Hartono Mah

(Tenaga Utusan Gerejawi dari Sinode GKSI: Gereja Kristen Setia Indonesia, untuk pelayanan GKI Bungur Pos PI Alam Sutera)

PARA HAMBA TUHAN YANG BERASAL DARI JEMAAT GKI BUNGUR

  1. Kurniawati Sutisna (Lan Pik Khun), Allince Seminary Hongkong 1969 – 1973
  2. Lucy Kumala (Huang Tjhiu Lan), SAAT Malang 1975 – 1978
  3. Inge Tan (Tan Chen Ing), SAAT Malang 1975 – 1978
  4. Jesaya Kurniadi (Sie You Chen), SAAT Malang 1976 – 1979
  5. David Obadiah Setiawan (Tjioe Saw Siung), SAAT Malang 1977 – 1980
  6. Tjioe Yung Yung, SAAT Malang 1977 – 1981
  7. Sophia Tan (Tan Hui Sin), SAAT Malang 1978 – 1980
  8. Gideon Ang (Ang Siu Eng), SAAT Malang 1980 – 1984
  9. Yohanes Filologus (Lo Huai Siang), SAAT Malang 1981 – 1983
  10. Harianto Suryadi (Kwee Nan Kian), SAAT Malang 1981 – 1985
  11. Debora Liliani, SAAT Malang 1983 – 1986
  12. Stevensen Cintawan (Tjhin Khie Sen), SAAT Malang 1984 – 1989
  13. Mellisa Sugihermanto (Tjung Mei Lan), SAAT Malang 1989 – 1993
  14. Safrisan, STT Jakarta 1991
  15. Lydia Siah, Singapore Bible College
  16. Wiriadi Tunggal Dinata, STT Bandung, SAAT Malang
  17. Ting Tek Ing
  18. Haryati (The Ay Fung), STT Jaffray 1989
  19. Luciana
  20. Michael Engelberg, STT SAAT Malang 2015
  21. Pieter Kurnia, STTRII Jakarta 2017

Jemaat GKI Bungur bersyukur untuk perjalanan bersama Tuhan dalam 66 tahun ini sebagai pelayan Tuhan.  Kiranya Jemaat GKI Bungur terus setia kepada panggilan Allah, Sang Kepala Gereja, yang telah memberikan visi misi sebagai gereja Injili yang berpegang teguh kepada Alkitab Firman Allah dan memiliki jati diri sebagai gereja  berlatar belakang Tionghoa yang dipanggil untuk menjadi berkat di masyarakat Indonesia.

327 total views, 1 views today